Pengabdian Masyarakat “SATU JANTUNG”, Kolaborasi Anatomi dan Forensik, Dusun Kedungpoh, Gunungkidul, Tanggal 29 Agustus 2026
Ketika jantung berhenti, setiap detik sangat berarti.
Tahukah kamu? RJP (Resusitasi Jantung Paru) sederhana yang dilakukan dengan cepat dan tepat bisa menjadi jembatan antara keadaan darurat dan kesempatan untuk tetap hidup.
Melalui Pengabdian Masyarakat “Satu Jantung” Tanggal 29 Agustus 2026, kolaborasi antara Departemen Anestesi & Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal berbagi ilmu yang bukan hanya untuk tenaga kesehatan—tetapi untuk kita semua. Masyarakat pada umumnya.
Karena menyelamatkan nyawa bukan selalu tentang menjadi dokter.
Kadang, yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk bertindak.
🫀 Kenali tanda henti jantung.
🫀 Berani panggil bantuan.
🫀 Berani lakukan RJP.
🫀 Jadilah orang pertama yang memberi kesempatan hidup.
Satu Jantung. Satu Gerakan. Satu Kesempatan. ❤️
Salam Satu Jantung – Tim Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
FK-KMK UGM:
- Beta Ahlam Gizela, Sp.F.M(K), DFM
- Florantia Setya Nugraha
- Dimas Maulana Agustian










Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!